Pernah berada pada situasi dimana Anda merasa begitu kaget mengetahui rekan seposisi kerja ternyata gajinya lebih tinggi dari Anda?

Bekerja dan mendapatkan gaji adalah sebuah kontinuitas yang saling berkorelasi dalam dunia kerja. Tentu saja, setelah bekerja mencurahkan tenaga dan pikiran untuk setiap tugas yang diberikan atasan maka sebagai karyawan berhak untuk mendapatkan gaji pada waktu yang telah ditentukan oleh manajemen perusahaan.

Pada umumnya, karyawan akan bersemangat kerja ketika mendekati atau berada tepat pada hari gajian. Namun, bagaimana jika secara sengaja ataupun tanpa sengaja karyawan mengetahui bahwa gaji yang diperoleh jauh lebih kecil dibandingkan dengan gaji rekan yang posisinya sama? Tentu akan terjadi kecemburuan gaji antar karyawan.

Masalah kecemburuan gaji ini tidak dapat dianggap remeh karena dapat mempengaruhi mood karyawan yang berimbas pada merosotnya produktivitas kerja. Jika dibiarkan terus berlarut-larut maka besar kemungkinan akan berdampak pada menurunnya keseluruhan proses kerja perusahaan. Lantas, bagaimana perusahaan bisa maju jika sumber daya manusia yang bekerja di dalamnya tak lagi memiliki semangat dan energi positif, apalagi jika perusahaan bergerak di bidang pelayanan jasa maka akan sangat fatal akibatnya jika karyawan yang bersangkutan tidak mampu memberikan pelayanan yang ramah dan profesional pada pelanggan. Hal serupa juga sangat riskan terjadi pada perusahaan yang bergerak di berbagai bidang lainnya. Oleh karena itu diperlukan adanya solusi dari kedua belah pihak, yakni pihak karyawan dan pihak perusahaan.

Solusi bagi Karyawan
Sebagai karyawan, jika berada pada posisi yang pelik terkait kecemburuan gaji maka sebaiknya segera melakukan beberapa solusi sebagai berikut:

1. Berpikir positif
Sebelum berasumsi yang bukan-bukan terkait perbedaan besarnya gaji yang diterima, sebaiknya pikirkan dulu kemungkinan-kemungkinan yang dapat mempengaruhi perbedaan gaji dengan rekan seposisi tersebut. Pada kenyataannya ada banyak hal yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menentukan besarnya gaji setiap karyawannya, seperti: pengalaman kerja dan ijazah pendidikan, kesepakatan awal kerja sesuai kondisi perusahaan saat itu, tanggung jawab dan beban kerja, loyalitas atau lamanya waktu periode kerja, serta bonus kinerja.

2. Introspeksi diri
Setelah memahami kemungkinan-kemungkinan yang bisa mempengaruhi perbedaan gaji, maka langkah berikutnya adalah menilai kinerja diri sendiri. Apakah selama ini hanya melakukan tugas sesuai perintah saja? Jika benar demikian, maka saatnya meng-upgrade diri dengan menjadi karyawan yang penuh ide, inisiatif, dan berusaha memberikan kontribusi lebih pada perusahaan.

3. Melakukan konfirmasi
Jika hanya dengan memikirkan sendiri masalah perbedaan gaji ini dirasa kurang efektif, maka bertanyalah. Ingat! Jangan pernah bertanya pada sesama karyawan. Bertanyalah pada manajemen perusahaan atau HRD. Manajemen perusahaan atau HRD yang baik tentu akan dapat menjelaskan perihal ini dengan benar dan bijak.

Solusi bagi Perusahaan
Untuk pihak perusahaan, jika mendapati adanya masalah kecemburuan gaji antar karyawan, maka ada baiknya untuk menerapkan solusi ini:

1. Membuat dan menerapkan sistem Level Grade Karyawan
Sistem Level Grade Karyawan adalah tingkatan untuk penggolongan karyawan berdasarkan beberapa kriteria yang bisa ditentukan oleh perusahaan. Manfaatnya yaitu, dapat membantu untuk menilai, menentukan dan mengetahui posisi beserta kompensasi yang layak diterima karyawan sesuai dengan skill dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, maka dapat dipastikan perlakuan dan kompensasi yang adil serta konsisten bagi setiap karyawan dalam sebuah perusahaan, bahkan pada karyawan dengan posisi yang sama sekalipun bisa mendapat kompensasi yang berbeda namun tetap bisa dipertanggung jawabkan secara profesional berdasarkan sistem Level Grade Karyawan yang telah dibuat pihak manajemen perusahaan. Manfaat lainnya adalah sebagai acuan perusahaan dalam memberikan promosi jabatan, memudahkan proses transfer atau mutasi karyawan, serta penentuan demosi.

2. Batasi hak akses penggajian karyawan
Gaji karyawan yang pada dasarnya merupakan privasi sebaiknya benar-benar dijaga kerahasiaannya bahkan dari karyawan yang lebih tinggi posisinya sekalipun. Percayakan hak akses informasi penggajian hanya pada orang-orang tertentu yang dianggap berkompeten dan benar-benar bisa dipercaya. Dalam hal ini, pembatasan hak akses aplikasi penggajian tentunya juga sangat dibutuhkan. Untuk itu, Fingerspot.iO menyediakan hak akses penggajian.

Hak akses penggajian Fingerspot.iO dapat diatur sebagai berikut:
a. Manajemen perusahaan mengakses akun iO, kemudian memilih menu Pengaturan.
b. Akan tersedia pilihan Hak Akses yang dapat dipilih oleh manajemen perusahaan.
c. Pilih Tambah Admin Hak Akses Penggajian.
d. Manajemen perusahaan mengatur siapa saja orang yang dapat mengakses menu penggajian termasuk slip gaji karyawan.

Dengan melakukan pembatasan hak akses penggajian karyawan, maka lengkaplah solusi dari masalah yang timbul akibat kecemburuan gaji antar karyawan. Langkah solutif yang dilakukan baik oleh pihak karyawan maupun perusahaan diharapkan mampu memecahkan masalah penggajian yang terbilang cukup sensitif ini. Karyawan bisa kembali bekerja dengan semangat profesionalitas dan integritas yang tinggi sehingga perusahaan bisa terus berkembang dan kian maju.


2 Komentar

film izle · Januari 16, 2021 pada 11:59 pm

Some truly select blog posts on this site, saved to bookmarks . Christan Forest Bricker

    Velysia · Februari 1, 2021 pada 4:00 am

    Thank you. If you have any question our Customer Service is a great resource, and you can always ask us for help right here https://fingerspot.com/.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *