Mungkin Anda masih asing bila mendengar mesin absensi standalone, namun cukup familiar dengan mesin absensi fingerprint. Kehadiran mesin absensi fingerprint ternyata mampu memberikan kemudahan, kenyamanan, keamanan, dan keakuratan dalam berbagai kegiatan terkait absensi.

 Hal ini terbukti dengan semakin meluas dan meningkatnya penggunaan mesin absensi sidik jari yang tidak hanya di lingkungan kerja namun juga sekolah.

Mesin absensi standalone berarti sebuah perangkat mesin absensi yang bisa digunakan tanpa memerlukan perangkat dan atau koneksi lain untuk menjalankan fungsinya. Berbagai fitur yang dimiliki mesin absensi mampu memberikan nilai tambah tersendiri dalam sistem absensi moderen dibandingkan absensi konvensional. Pada pembahasan kali ini kita akan mengenal fitur-fitur mesin absensi standalone yang terbagi dalam 3 artikel berikut secara berurutan. Yuk, kita mulai pembahasan pertama dalam mengenal fitur mesin absensi standalone.

Fitur Mesin Absensi Standalone

Berikut ini adalah fitur-fitur yang umum ada pada mesin absensi standalone yang menggunakan identifikasi sidik jari – fingerprint, wajah, kartu, dan password.

1. Capacity / Kapasitas

Tampilan menu kapasitas mesin absensi fingerprint

Tampilan menu kapasitas mesin absensi fingerprint

 

Pada mesin absensi sidik jari maupun wajah yang bertipe standalone terdapat beberapa istilah kapasitas. Yakni:

a. User Capacity / Kapasitas Tampung Karyawan

User Capacity merupakan Jumlah karyawan yang dapat diregister atau didaftarkan pada mesin. Misalnya tercantum User Capacity 1.000, maka jumlah karyawan yang dapat didaftarkan sebanyak 1.000 orang.

User Capacity selalu identik atau sama jumlahnya dengan Password Capacity dan Card Capacity. Akan tetapi dengan FP Capacity dan Face Capacity, terkadang sama, namun terkadang juga tidak, hal ini bergantung pada kebijakan dari vendor.

b. Password capacity

Password capacity adalah Jumlah password yang bisa didaftarkan. Pada umumnya kapasitas password selalu sama dengan user capacity karena masing – masing karyawan hanya boleh menambahkan 1 password.

c. Card Capacity

Card Capacity adalah jumlah Kartu RFID/Mifare yang bisa didaftarkan. Kapasitas kartu biasanya selalu sama dengan user capacity, karena setiap karyawan hanya boleh menambahkan 1 kartu.

d. FP (Fingerprint) Capacity

FP Capacity merupakan Jumlah sidik jari yang bisa diregister di mesin. Terkadang sama dengan user capacity, namun terkadang juga tidak, tergantung vendor / pabrik dalam mengaturnya.

e. Face Capacity

Face Capacity adalah Jumlah wajah yang bisa diregister di mesin. Terkadang sama dengan user capacity, terkadang tidak, tergantung vendor / pabrik dalam mengaturnya.

f. Log Capacity

Log Capacity yaitu Jumlah data scan yang disimpan dalam mesin. biasanya angkanya ratusan ribu. jika sudah penuh maka ada yang replace secara otomatis dan ada yg harus dihapus. Nama lain Log Capacity adalah Record Capacity.

2. Verification type atau Identification Type atau Identification Method.

Tampilan menu tipe verifikasi yang terdapat pada mesin absensi standalone

Tampilan menu tipe verifikasi yang terdapat pada mesin absensi standalone

Verification type adalah macam – macam cara yang bisa dipilih untuk melakukan absen. Misalnya menggunakan sidik jari, wajah, kartu atau password ataupun kombinasi dari keempatnya. Semakin banyak kombinasi, maka semakin secure.

Kapan disebut identifikasi dan kapan disebut verifikasi ?

Disebut identifikasi ketika langsung scan tanpa input apapun. Dalam proses ini sebenarnya secara teknis terjadi proses 1:N matching atau pencocokan 1 orang terhadap banyak orang yang terdaftar. Di dalam sebuah mesin terdapat ribuan sidik jari yang terdaftar. Saat kita melakukan scan, maka seolah kita sedang bermain tebak-tebakan dengan mesin. “siapa saya”? kemudian si mesin melakukan “identifikasi” dari jari yang discan kemudian dibandingkan dengan ribuan jari yang terdaftar, saat ditemukan yang sama, maka mesin akan memunculkan hasilnya dengan mengeluarkan suara “terima kasih”. Namun jika tidak ditemukan maka mesin akan merespon dengan mengeluarkan suara “coba lagi”.

Sedangkan verifikasi, yaitu pada saat harus input ID terlebih dahulu kemudian scan. Sama halnya seperti saat kita memasukkan kartu ATM lalu mesin ATM meminta kita untuk memasukkan PIN. Contoh lain adalah ketika kita login facebook, input username lalu memasukkan password. Mesin hanya melakukan verifikasi terhadap ID yang dimasukkan. Sama seperti kita berbicara pada mesin. “aku adalah Samsul, no. ID 1, kemudian mesin bertanya “buktikan”, maka kita selanjutnya boleh scan jari atau input password sebagai pembuktiannya. Mesin hanya akan mengecek sidik jari milik ID itu saja, tanpa cek di ID yang lain. maka ini disebut 1:1.

Kapan identifikasi dipakai dan kapan verifikasi dipakai?  identifikasi biasa dipakai sehari-hari tanpa kendala. Jika ada kendala, maka yang dipakai adalah verifikasi.

Kendala mesin absensi yang dimaksud antara lain :

a) Mesin lambat karena terlalu banyak jumlah sidik jari yang masuk, maka dengan verifikasi, mesin tidak perlu terlalu keras dalam melalukan pengecekan semua sidik jari.

b) Saat data yang masuk pada mesin sudah terlalu banyak, muncul kemungkinan mesin mengalami kebingungan. Maka solusinya adalah dengan menggunakan verifikasi.

c) Mesin akan sulit membaca sidik jari jika kondisi jari sedang terluka. Dalam kondisi seperti ini penggunaan password menjadi hal yang harus dilakukan.

Verifikasi pada umumnya digunakan ketika identifikasi mengalami kendala. Namun pada akses kontrol biasanya digunakan keduanya sebagai pelengkap agar lebih aman karena dobel. Dalam mesin absensi pun terkadang ada juga yang menggunakan semua tipe presensi, baik wajah, sidik jari, password, maupun kartu. Jika salah satu tidak ada maka absen pun ditolak. Hal ini biasanya dilakukan bagi yang menginginkan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

3. Display

Display adalah layar yang fungsinya untuk menampilkan berbagai informasi, misalnya menu, gambar, dan lain sebagainya. Hampir semuanya saat ini menggunakan LCD dengan berbagai ukuran, yakni: 2.4 inch, 2.8 Inch, 3 Inch, 3.5 Inch dan 4.3 inch touch

Semakin besar layarnya maka operasionalnya pun semakin nyaman karena menunya ditampilkan dalam ukuran yang besar. Faktor kenyamanan ini juga turut mempengaruhi harga mesin yang lebih tinggi.

itulah sedikit pembahasan tentang mengenal fitur-fitur mesin absensi standalone part 1. Simak kelanjutannya di pembahasan berikutnya. Klik disini untuk melihat lanjutan artikel Part 2.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *